Senin, 29 November 2010

30 jan 2010 Hangout

Sabtu malam sekitar pukul 23.30 HARACOPO crew berangkat dari markas utama dengan riang gembira dan sedikit kekhawatiran, di bumbui rasa penasara, perut mules, dengkol nekok, gulu seret, kepala pening (nggliyeng), pokoknya lengkap dh. cawet i,,,,,,,,,
Keberangkatan mereka diawali dengan penderitaan (kesialan pertama) ban motor si black yang bocor atau lebih tepatnya suwek yang sebenarnya malming sebelumnya juga pernah bocor saat perjalanan ke krapyak (hasemp), supra fit 100cc digas secara perlahan-lahan dengan rasa ban yang mleyok-mleyok pengemudi supra fit (si black) sedang ngbrol dengan baaaa...wooxx di perjalanan dan tiba-tiba (kesialan ke dua) motor baaaa...wooxx di sludug belalang tempur yang berakibat patah penyangga knalpot blombongan dan peyok leher knalpot kiarana 125cc nya baaaa...wooxx. kejadian lainnya adalah kekonyolan ipat yang ngeluk boyok di atas motor dengan cara tiduran membuat dia jatuh sendiri bersama shogun birunya.hahahaha... setelah sampai di perumahan demit (kuburan), HARACOPO crew disambut dengan atmosfir mencekam, motor di tuntun dan tanpa lampu (hanya lampu motor e si ipat sing klap klip koyo wong dugeman). kaki baaaa...wooxx dan si black pun saling menginjak karena jalannya disertai kegelisahan.hahhahaa...
mnurut pengakuan ucup, malam itu tak menegangkan karena sudah terbiasa dan tak ada penghuni kuburan yang berani unjuk gigi alias menampakan diri tetapi menurut si black penghuni kuburan tak menampakan diri karena muka ucup yang lebih seram dibanding penghuni kuburan tsb. wkwkwkwk

Tidak hanya di situ kesialan HARACOPO crew berhenti, saat akan begadang di markas cadangan (lapangan e babol) sudah di tunggu bapak2 tua yang sudah resah dengan keberadaan HARACOPO crew yang sudah sering nge tem tiap malming di lap tsb. ckckck,,,(sesok markas e pindah nendi kie??)
dengan berat hati markas cadangan pun di tinggalkan. Akhirnya sampai lah di rumah si damn, kartu pun di mainkan, tiba-tiba si damn bergeming ngomyang dewe ribut mambu TAI, ucup pun ikut ikutan ngomyang mambu tai "ho oh iki mambu tai, kecut banget, iki tai" dengan penciuman dan insting tai'nya si damn, dia mencari tai tersebut dan buajigur tenan ternyata tai nya nemplek di bawah sandal si black (cawet i). Dan akhirnya kartu pun terus dikocok dan dimainkan dengan suguhan santapan bau tai yang kecut-kecut gimana gitu. (malming, 30 jan 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar